Bagi yang mengalami kesulitan login
dapat mengirimkan email ke email St. Agnes
Email: Password:
Lupa Password
Is It Love by Vanessa Baby K. XII Bahasa
Dipostingkan tanggal: 2019-04-08
Oleh: Fano

Hana adalah seorang mahasiswi di sebuah universitas. Ia merupakan seorang gadis yang ramah dan baik hati. Seringkali ia ceroboh dalam melakukan segala hal. Ia sangat suka menggambar sehingga ia mengambil jurusan yang berhubungan dengan menggambar.

                Di suatu pagi, Hana sedang bersiap-siap untuk berangkat kuliah.

                “Ma, aku berangkat dulu ya!” pamit Hana kepada ibunya.

                “Iya nak, hati-hati!” balas ibunya.

               Di kelas, Hana mendapatkan tugas kelompok untuk membuat sebuah komik. Satu kelompok berisikan dua orang. Mereka diberi waktu selama satu bulan untuk menyelesaikan tugas tersebut. Saat pemilihan anggota kelompok, ada seorang mahasiswa yang sedang mencari kelompok. Mahasiswa itu melihat ke arah Hana yang kebetulan belum memiliki kelompok. Mahasiswa itu pun berjalan ke arah Hana dan berkata apakah Hana mau berkelompok dengannya.

                “Oh, iya boleh.” jawab Hana.

                “Terima kasih.” balas si mahasiswa itu.

                Setelah selesai pelajaran, Hana terduduk di bangku taman belakang kampus. Hana sedang bertelepon dengan ibunya. Saat tengah bertelepon, secara tidak sadar Hana sedang diperhatikan oleh mahasiswa tersebut. Setelah selesai bertelepon, Hana berjalan keluar taman untuk pulang.

                “Halo!” sapa mahasiswa itu kepada Hana.

                “Hai! Kamu mahasiswa yang tadi ingin berkelompok denganku ya?” tanya Hana.

                “Iya, benar.” balas mahasiswa itu.

                “Hmm, besok mau kerja bersama?” tanya mahasiswa itu.

                “Iya boleh, tapi mau kerja di mana?” balas Hana.

                “Bagaimana kalau di Kafe Baby Bong? Kamu tahu?”

                “Iya aku tahu, kebetulan aku ingin sekali mengunjungi kafe itu!”

                “Ok, besok kita kerjanya di sana ya. Jam 2 bisa?”

                “Bisa.” jawab Hana.

                Keesokan harinya, mereka sedang dalam perjalanan masing-masing menuju Kafe Baby Bong. Mahasiswa itu sudah sampai terlebih dahulu di sana. Kira-kira 5 menit setelah sampai di Kafe, datanglah Hana.  Kemudian mereka mulai berkenalan.

                “Hai, maaf ya aku agak telat.” sapa Hana.

                “Nggak kok, aku baru aja sampai.” balas mahasiswa itu.

                “Oh, hehehe.” Jawab Hana.

                “Ngomong-ngomong, kita belum berkenalan sejak pertama kali bertemu.”

                “Oh iya, namaku Hana!” (sambil mengulurkan tangan).

                “Namaku June!” (mengulurkan tangan).

                Lalu June bertanya kepada Hana,

                “Hana, kamu mau pesan minuman apa?”

                “Aku pesan milkshake coklat aja. Kamu mau pesan apa?” jawab Hana.

                “Aku pesan Americano. Sebentar ya, aku pesenin dulu ya.”
                “Iya, makasiih.”

                “June! Ini uangnya.” sambil memberikan uang kepada June.

                “Nggak usah, aku aja yang bayarin.” balas June.

                “Beneran nggak papa?” tanya Hana.

                “Iya Hana, nggak papa” jawab June sambil tersenyum.

                “Terima kasih ya June!” balas Hana.

                “Sama-sama Hana.” jawab  June.

                Sudah sekitar dua jam mereka berdua di kafe itu. Di sana mereka mengerjakan tugasnya sambil berbincang-bincang tentang keseharian mereka. Mereka menjadi lebih mengenal satu sama lain. Tiba-tiba Taeri, sahabat Hana menelpon Hana.

                “Halo?” sambil menjawab telpon.

                “Hana! Kamu di rumah?” tanya Taeri.

                “Nggak Ri, aku lagi di luar.” jawab Hana.

                “Di mana? Ngapain?” tanya Taeri.

                “Aku lagi di kafe, ngerjain tugas kelompok.” jawab Hana.

                “Cie, sama siapa ya.” goda Taeri”

                “Sama temen kampus lah, sama siapa lagi.” balas Hana.

                “Hahaha ok, aku cuman mau ingetin aja kalo novel kamu masih aku pinjem. Kamu kan lupaan orangnya.” jawab Taeri.

                “Oh iya. Hahaha. Ok” balas Hana.

                “Ya udah, lanjut aja kerjanya.” jawab Taeri.

                “Ok, aku lanjut kerja dulu ya.” balas Hana.

                Lalu, June dan Hana melanjutkan pekeerjaan mereka. Setelah mengerjakan, June mengajak Hana untuk menemaninya membelikan kado untuk ibunya. June berpikir bahwa Hana bisa membantu memilihkan kado yang pas untuk ibunya karena ia perempuan. Hana pun mau menemani June untuk membelikan ibunya kado.

                Selama di kafe, secara tidak sadar mereka sedang diperhatikan oleh seseorang. Orang itu bernama Jinyoung. Ia adalah pekerja paruh waktu di Kafe BongBong itu. Jinyoung juga seorang mahasiswa di kampus yang sama dengan Hana dan June, hanya saja ia berbeda jurusan dengan mereka. Jinyoung adalah orang yang ramah, rajin, dan sabar. Jinyoung hanya sekedar kenal dengan June dan Hana. Mereka berkenalan saat di kantin. Hana yang sedang berjalan berdua dengan June, tidak sengaja terjatuh dan menumpahkan minumannya ke pakaian Jinyoung.

                Setelah membelikan kado untuk ibunya, June pun mengantarkan Hana pulang ke rumahnnya. Saat di rumah, June menelepon temannya jika dia menemukan teman yang cantik dan polos. June memang anak yang bisa dibilang nakal dan selalu seenaknya sendiri. Akhirnya ia diberi taruhan untuk mendapatkan hati cewek itu, Hana. Ia harus berpacaran dengan Hana selama satu bulan. Jika June berhasil, ia akan mendapatkan mobil BMW dari temannya itu. Akhirnya June pun menerima taruhan tersebut.  

                Tiga hari kemudian, mereka melanjutkan tugas mereka di kafe yang sama, yaitu Kafe BongBong. June mulai berbicara kepada Hana. Hana sangat terkejut dengan pertanyaan June. Ternyata June bertanya apakah Hana mau menjadi pacarnya. Hana pun bingung menjawabnya. Akhirnya Hana mau menerima June karena ia merasa nyaman bersama June. June pun merasa senang karena ia akan mendapatkan  itu. Akhirnya mereka resmi berpacaran sejak hari itu.

                Tak sengaja, Jinyoung mendengar percakapan mereka. Jinyoung merasa kecewa karena Hana berpacaran dengan June. Jinyoung sebenarnya ingin sekali mengatakan pada Hana bahwa ia sangat menyukai Hana. Tetapi Jinyoung takut jika ia yang bukan apa-apa mengganggu mereka berdua. Ia selalu memikirkan Hana sampai sekarang setelah pertama kali bertemu dengan Hana di kafe. Akhirnya Jinyoung hanya diam memerhatikan mereka berdua.

                Dua Minggu kemudian, June dan Hana mengerjakan tugas mereka untuk terakhir kalinya karena tinggal membuat cover komik saja. Seperti biasa, Hana memesan milkshake Coklat, June memesan Americano. Setelah selesai, mereka membicarakan tentang rencana kencan untuk besok. Saat June sedang ke toilet, tiba-tiba ponselnya berdering. Hana melihat, ternyata teman June yang menelpon. Lalu muncul pesan masuk. Hana tidak menghiraukannya. Lalu ada pesan masuk lagi. Hana pun penasaran dan membukanya. Ternyata dari teman June yang berisi

                ”Hey June!! Gimana hubunganmu sama cewek itu? Namanya siapa? Hana ya? Sabar ya, tinggal dua minggu lagi selesai kok. Pokoknya jangan putus aja sebelum satu bulan. Yang terpenting JANGAN SAMPE KETAHUAN . Cuman mau ngingetin aja, OK.”

                Hana diam sejenak dan tidak percaya dengan apa yang dia baca barusan. Tak lama kemudian, butiran-butiran mutiara yang sangat berharga jatuh di pipi Hana. June yang baru keluar dari toilet, kaget melihat Hana yang tiba-tiba menangis.

                “Hana! Kamu kenapa menangis?” tanya June sambil memegang wajah Hana.

                “Kamu kenapa kaya gini sama aku?” jawab Hana sambil memukul tangan June.

                “Aku ga ngapa-ngapain kamu Hana.” balas June.

                “Kalo gitu jelasin sekarang, ini maksudnya apa!” bentak Hana sambil menunjukkan pesan masuk dari temannya.

                June pun bingung untuk menjelaskannya dan terbata-bata saat menjelaskan semuanya kepada Hana. Hana sangat kecewa dan marah pada June karena telah membohonginya selama ini. Hana menangis sambil meninggalkan kafe tersebut dan akhirnya putus dengan June. June marah dan kesal. Lalu June putus hubungan dengan Hana.

Jinyoung yang menyaksikan kejadian itu sangat terkejut dan merasa kasihan dengan Hana.

                Keesokan harinya Hana pergi ke kafe itu sendirian dan memesan Americano.

                “Ini pesanannya.” kata Jinyoung.

                “Terima kasih.” jawab Hana dengan nada sedih.

                Lalu Hana duduk di bangku belakang kafe dengan termenung sendirian. Jinyoung yang kebetulan sedang membuang sampah karena pekerjaan telah selesai, melihat Hana yang termenung sendirian di sana. Jinyoung pun menghampiri Hana. Hana tidak sadar jika Jinyoung sedang menghampirinya dan duduk di sebelahnya. Lalu Jinyoung pun mulai menanyakan mengapa sendirian ia duduk di sana. Hana menjawab dengan nada lemah bahwa ia tidak apa-apa. Secara tidak sadar, air mata Hana mulai mengalir. Jinyoung yang melihat hal tersebut langsung memberikan sapu tangannya kepada Hana. Setelah mengusap air matanya, Hana mulai bercerita kepada Jinyoung tentang apa yang dialaminya kemarin. Hana menceritakan semuanya tentang dirinya dan June dari awal bertemu hingga kemarin. Jinyoung mendengarkannya sambil menepuk-nepuk bahu Hana dengan lembut.

                Saat menceritakan tentang apa yang terjadi tadi malam, Hana mulai menangis dan tidak bisa berhenti menangis. Akhirnya Jinyoung mencoba untuk menenangkan Hana dengan memeluknya. Hana menangis tersedu-sedu di pelukan Jinyoung. Setelah lelah menangis, Hana meminta maaf kepada Jinyoung karena sudah mengganggunya dan membuatnya bingung. Jinyoung tersenyum kepada Hana dan berkata

 

                “nggak apa-apa. Perasaan, emosi, harus dikeluarkan. Jangan selalu dipendam dan dipikirkan sendiri. Mungkin saja ada orang yang dapat membantumu dan menenangkanmu.”

“Terima kasih Jinyoung, aku tidak menyangka ternyata kamu adalah orang yang sangat baik.” kata Hana sambil membalas senyuman Jinyoung.

               Setelah satu bulan berlalu, hubungan Hana dengan Jinyoung menjadi lebih dekat dari biasanya. Secara tidak sadar, mulai muncul rasa suka Hana terhadap Jinyoung. Selama satu bulan ini, Hana pusing dan bingung karena selalu memikirkan Jinyoung.

                Suatu hari, Hana diajak Jinyoung untuk menemaninya pergi ke taman hiburan. Saat Hana datang, ia melihat Jinyoung dengan pakaian kasualnya yang keren. Hana seperti terhipnotis saat melihat Jinyoung. Jinyoung tersenyum padanya. Saat Jinyoung tersenyum ke arahnya, hati Hana mulai berdegup kencang. Hana bingung dan berpikir.

 

                Apakah ini yang dinamakan cinta?

 

 

-Tamat-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jumlah Pengunjung:

© 2013 StAgnes WEB - Powered by iSTTS